Anna X Ayah Raka

Anna semakin menggesekkan memeknya ke ujung meja.

"Ouhh... unghh ahh... E-enakkh uhh~"

Anna mengernyit tidak puas saat itilnya berkedut-kedut ingin lebih kasar. Anna berjalan menuju kamar mandi dengan tak sabaran, ia mengambil shower, mengarahkan ke memeknya lalu menyalakannya.

"U-uhh... nghhh a-ahh..." 

Anna menambah kekuatan pancuran air dan mengarahkan di itilnya, kepalanya mendongak puas. Tangannya merusuk masuk mengobrak-abrik memeknya dengan kasar.

"Ouhh ahhh!! Uhh enakh bangeth enghh..."

Memek Anna semakin terasa gatal, ia ingin memeknya digenjot oleh kontol panjang dan tebal hingga rahimnya, membuatnya gila oleh kontol.

Tok! Tok! Tok! 

"Anna? Nak, ayah masuk ya.."

Raka mengernyit tak mendapat tanggapan dari dalam, ia membuka pintu dan mendapati kamar putrinya kosong. Saat hendak akan pergi, ia mendengar suara desahan dari arah kamar mandi.

Raka menelan ludahnya, apa putrinya sedang masturbasi? Hatinya menyuruhnya untuk pergi, tapi tubuhnya mematung di tempat.

Perlahan kaki Raka berjalan menuju pintu kamar mandi, ia berdiri tepat di sana dengan suara desahan yang terdengar begitu kencang.

Dibawah sana perlahan mulai tegang, Raka mendorong pintu dengan perlahan. Matanya membulat tak percaya melihat putrinya terbaring di lantai dengan kaki terbuka dan shower yang mengarah ke miliknya.

Melihat pemandangan erotis di depannya membuat miliknya berkedut. Nafsu menguasai Raka, ia masuk dan mengelus memek kedutan milik putrinya.

"E-eh... A-ayah?! Aanghh t-terusss uhh..."

Anna menekan telapak tangan ayahnya, ia suka bagaimana jemari besar dan kasar itu menggesek memeknya.

Raka menarik tangan Anna yang keluar masuk memeknya, ia menggantikan dengan ketiga jarinya. 

"A-ahh a-ayahh nghh~ e-enakkh... mau diobok-obok ouhhh ahh..."

Di dalam sana terasa licin, basah, hangat, dan sempit. Raka semakin bersemangat mendorong jarinya masuk dan menjelajahi tiap inci tanpa terlewati.

"Ouhhh uhh– i-iyahh t-terushh nghh!!"

"A-ayahh.. gesek-gesekin itil Anna mmhh.."

Telapak tangan kiri Raka terulur menekan itil Anna, ia membuat gerakan seperti menguleni adonan.

"A-ahh!! Unghhh ahh~"

Ekspresi Anna tak karu-karuan, jika saja bisa mungkin di pupilnya saat ini terdapat tanda love yang menandakan ia sudah gila karena keenakan.

Mata Anna mengerjab, ia nampak terpaku ke arah tonjolan milik ayahnya. Anna merangkak mendekat, pipinya mengelus tonjolan itu.

"Hahh... Mauu kontolhh di memekkhh uhh..."

"Ayahhh~ memek Anna mau kontollll! Lihat, udah kedut-kedut siap buat mijet kontol ayahh hehe~" Anna membuka kakinya, ia mengelus-elus miliknya dan jarinya bergerak membuka miliknya. Memperlihatkan lubang yang penuh lendir itu berkedut cepat seakan siap menelan apa saja.

"Nghhh ayoo masukinnn~" 

Anna mengubah posisinya menjadi menungging, ia meremas kedua bokongnya dan menariknya hingga lubangnya terpampang.

Raka mendekat, ia menampar bokong Anna dan mengarahkan kontolnya di depan lubang yang sudah menyedot-nyedot ujung kontolnya tak sabaran.

"Eughhh.. mau digenjot, dientot, diewe yang kerass sampe ngucur ahh..."

Raka mendorong kontolnya masuk, ia menyeringai melihat Anna yang menoleh dengan tatapan menyedihkan.

"Kenapa cuma ujungnya? A-ayahhh ayoo masukinn... Dorong kontolnya ke memek Annaa mmhh.."

Raka tak menggubris rengekan Anna, ia menggerakkan ujung kontolnya keluar masuk membiarkan Anna yang menggeliat kegatalan karena memeknya mau disodok sampe mentok.

Anna yang hendak bangkit tak bisa karena Raka memeluk tubuhnya, tubuhnya bergetar saat itilnya tekan-tekan.

Raka menyentak kontolnya masuk membuat Anna membelalakkan matanya. Tapi tak lama ia tersenyum puas dan menggerakkan pinggulnya bak anjing betina birahi.

"Ouhhh ohh!! T-terusss uhh– a-ayahh nghh i-iyahh t-terushh!!"

"Memekh lonte Anna keenakan enghh!! Ouhh uhh!! Sukaa ahh.. suka kontoll!!"

Raka bergerak semakin cepat, ia mengeram merasakan tekstur memek Anna yang licin dan mencengkram kontolnya.

"Memek lonte!!" Raka menggigit telinga Anna.

"Y-ya a-ahh!! Memek Anna lontehhh ahhh!!"

"Mau disumpel sama kontol tiap hari eunghh~ mau dipejuin sampe kembung a-ayahh nghh..."

"Biar ayah kontolin tiap hari, sampe teler keenakan!!"

"M-maau ahh t-terusss genjothh ouhhh!!"

Kepala Anna terbaring di lantai, matanya bahkan memutih sangking enaknya digenjot kontol pertama kali.

"Ouh.. ahhh.. ughh.."

Raka membalikkan tubuh Anna, ia merubah posisinya menjadi kesamping.

"A-ayahh ahh!! Eunghhhh a-ahh... E-enakhh disanahhh OUHH AHH..."

Anna meremas lengan ayahnya tiap kali miliknya  di dorong begitu cepat, ia suka dengan posisi ayahnya yang menyamping hingga kontolnya menyodok sisi samping miliknya.

"AHH A-AYAHH UNGHH U-AnnaA MAU KELUARHH AHHH!!"

Raka memejamkan matanya saat kontolnya disedot kuat ke dalam, ia mendesah nikmat dan kembali bergerak cepat untuk mencapai pelepasannya.

"J-jang–enghhh AHH!!"

Bagian bawah Anna bergetar, tubuhnya bergerak risau ke kanan dan kiri. Raka memeluk tubuh Anna, ia menggerakkan pinggulnya pelan seakan mendorong spermanya semakin masuk.

Paha Anna bergetar, keringat membasahi keningnya dengan rambut yang terasa lengket. 

Raka mengangkat tubuh Anna, ia menggendong Anna yang nampak akan pingsan dan masuk ke dalam bathtub.

"Hahh... Mmhh..." Anna menggeliat tak nyaman saat merasakan ganjal di bawah sana.

Raka menghisap leher Anna dan meninggalkan tanda, tangannya terulur meremas kedua payudara padat milik Anna.

Anna tak mempunyai tenaga sedikitpun, ia menyandarkan dirinya membiarkan ayahnya berbuat semaunya atas tubuhnya.

Beberapa menit berlalu, Anna yang hampir tertidur tersentak saat pinggulnya digerakkan.

"A-ahh.. u-udahh.." 

Raka meremas pinggang ramping Anna dan menggerakkan naik turun. 

"Eunghh uhh... hahh ouhh..."

Anna yang kembali terangsang perlahan ikut bergerak, ia menunduk melihat sebuah tangan merayap ke perutnya dan menekannya. 

"Eukhh.. ahhh.."

Anna merengek saat pinggangnya di tarik ke atas hingga ia kehilangan benda besar di dalamnya.

"Eungh? Mauu lagihhh yahh~"

Raka beranjak, ia menarik tangan Anna dan berjalan keluar. Anna yang masih lemas berusaha mengikuti walau dengan langkah yang tertatih.

Tubuh Anna disentak ke kasur, Raka mengambil sebuah celana dalam dan menyumpalkannya ke memek Anna.

"Ayahh.. unghh hahh..."

Raka membantu Anna memakai pakaian, setelahnya ia menarik tangan Anna agar turun dari kasur.

"Ayo turun, waktunya makan. Mama udah nunggu dari tadi."

Anna melenguh merasakan memeknya penuh, ia merasa aneh tiap kali melangkah sehingga Anna memelankan langkahnya dan menyempitkan lubangnya, ia juga takut jika celana itu terjatuh.

"Lama banget, ayo buruan makan keburu dingin." 

Anna duduk dengan perlahan, ia menggigit bibirnya saat merasakan celana dalamnya tertekan semakin dalam. 

Selama makan berlangsung, Anna tak bisa diam. Hingga selesai makan, melihat mamanya yang sibuk di dapur Anna bergegas duduk di pangkuan ayahnya dan merengek manja.

"Ayahh~ lepasinn eummm nggak nyamann..."

Raka tersenyum, ia meraba area bawah Anna dan menepuk-nepuk kencang. 

"Euhh.."

"Turun, nanti ayah lepasin malem sekalian mau genjot memek lonte kamu."

Komentar