Anna dan Pak Guru Hadi

Anna membuka kakinya lebar di bawah meja, posisi duduknya berada di paling ujung kanan depan sendiri, dan berhadapan dengan meja guru. Ia menggigit bibirnya menggoda gurunya yang terkenal tegas. Anna membuka mulutnya seakan mendesah, ia terkekeh melihat Pak Hadi terus-terusan mencuri-curi pandang ke arahnya.

Bel pulang sekolah berbunyi, Anna sengaja diam di tempat duduknya sembari menatap Pak Hadi yang juga terlihat duduk di kursinya bermain handphone. Hingga saat kelas sepi, Anna melangkah mendekat. 

"Belum mau pulang pak?"

Hadi berdiri, ia menarik tangan Anna dan memutar tubuhnya lalu menekannya pada meja. 

"Hngh? Ahh ada yang berdiri ya pakk..." Anna terkekeh saat Pak Hadi menggesek dan menekan tonjolan miliknya.

"Semua gara-gara kamu, anak nakal!! Darimana kamu belajar ngegoda gitu hah?!"

"Hnghh, anak nakal? Iyahh Anna nakal soalnya kepikiran pengen digenjot kontol bapakk euhh..."

Plak!

"Ahhh..." Anna menggoyangkan bokongnya, "kalau bapak tampar gitu memek saya makin becek nantii ahh..."

"Lacur! Sengaja kamu goda bapak hah?! Masih SMA udah ngelacur gini gimana nanti lulus!!"

"SMA gini bisa kok buat bapak keenakan, mau nyobain pak?" Anna menggesek bokongnya ke selangkangan Pak Hadi.

"Kamu emang harus dikasih jera dulu biar kapok!!"

Hadi melepas genggaman ke tubuh Anna dan berbalik mendekati pintu dan menguncinya, "lepas seragam kamu, kamu gak cocok pake seragam itu."

"Iya soalnya Anna kan lebih bagus telanjang, biar bapak sange terus genjot memek Anna terushh ahhh... Ngebayangin aja udah bikin kedut-kedut uhh..."

Hadi mengeram, ia menurunkan celananya dan terlihat miliknya yang sudah berdiri.

Anna tersenyum, ia naik ke atas meja guru dan mengangkang. Anna menggeser celana dalamnya ke samping, "mau ngerasain kontol pak guruu euhh~"

"Lepas seragamnya."

Anna menggelengkan kepalanya, "enakan gini, biar bapak makin sange. Ngeliat anak murid bapak masih make seragam lagi bapak entot memeknya."

"Masukin pak, anggap aja sebagai tanda terima kasih Anna buat bapak. Jadi hadiahnya Anna biarin bapak genjot memek Anna."

Hadi mendekat, ia menggenggam miliknya dan mendorongnya tak sabaran. "Hahhh..."

"Eunghhh a-ahh..." Anna melepas kancing seragamnya, ia juga melepas branya dan terlihat payudara dengan puting pink kecoklatan itu.

"Mau nyusu juga ngga pak? Sini, pentil Anna gatell pengen dikenyot..."

Hadi menunduk, ia meraup puting Anna dan menatap Anna yang mendesah keenakan.

"Ughh rasanya enakk sshhh..." Anna meremas rambut Pak Hadi.

Tubuhnya bergoyang-goyang mengikuti hentakan Pak Hadi, "ahh pakhh ahhh... Enakhh kann? Nghhh... Gimana rasanya memek sempit murid bapak? Nagih kan?"

"Diem kamu!!" Hadi menegakkan tubuhnya, ia menarik pinggulnya dan menyentaknya kuat-kuat.

"Eughhh~~ ahhh enakhhh bangethhh ahhh!!"

"Pakk euhh, memek Anna sukaa digenjot kasarrr gituu ahhh~~!!"

"Dasar jalang!" Hadi bergerak dengan cepat, ia mengulangi hentakan kuatnya membuat Anna meraung-raung keenakan.

"Ahngnnn!! Ahhh enakhh bangeth ughhh!! Sshh pakhhh euhhhh oughhh ahhh!!"

"Memek jalang Anna suka dikontolin giniii heunghh!!!"

"Bapak mau keluar ugh!"

"Mmhmm ahh keluarin di... eughh... dalam aja pakkk ahhh!!!"

Anna memejamkan matanya, ia menikmati denyutan miliknya dan juga milik Pak Hadi.

"Heunghh ughh..." 

Hadi mencabut miliknya, ia menatap vagina Anna yang kempot-kempot mengeluarkan pejunya yang kental.

"Mmhh~~ enak banget dipejuin di dalemhh~~"

Hadi mengambil spidol di samping Anna, ia menekan bagian tutup spidol ke itil Anna dan menggerakkannya memutar.

"Ahngnn ahhh..." Anna memejamkan matanya, ia menggigit bibirnya menikmati gesekan di itilnya.

Anna memutar-mutar pinggulnya, "euhh... Mau nambah ronde pak?" Tangannya menggenggam jari Pak Hadi sehingga spidol yang dipegangnya terjatuh ke lantai. Diarahkan jemari tangannya dan ia jilati sensual.

"Murid bapak lagi kepengen digenjot kasar lagi, sama kontol bapak. Pengen ngerasain dientod brutal sama gurunya sendiri..."

Vagina Anna ditampar kencang, sang empu justru tersenyum cabul keenakan. Tangannya terulur di bawah sela kakinya dan menarik kakinya agar terbuka lebih lebar. 

Hadi menatap vagina muridnya yang mengkilat becek itu berdenyut-denyut, seakan tak sabar menunggu genjotan darinya. Dielus-elus vagina becek milik Anna, ia menekan telapak tangannya ke itil Anna dan menggeseknya kasar.

Tubuh Anna menggelinjang, ia menggigit bibirnya memasang dengan wajah mesumnya. "A-ahhh enakk pakk...."

Kepala Anna terdongak, tangannya yang berada di sela-sela kakinya mengepal erat. Pinggulnya terlonjat-lonjat saat Pak Hadi menggesek telapak tangannya terus-menerus secara kasar.

"Aanghh ahh~!" 

Rasa panas mendera vaginanya. Gila rasanya, ia begitu menyukai sensasi ini. 

Hadi nampak semakin ingin menyiksa vagina murid lacurnya. Ia terus menggerakkan telapak tangannya disertai tamparan kencang yang membuat pinggul Anna terangkat-angkat.

"Memek lacur! Perek! Suka dikasarin gini hah?!"

"Aaahh.... Sukaaa~" Mata Anna tak sengaja melihat ke arah jendela, ia diam-diam tersenyum saat tau ada yang tengah mengintip. 

Tangan Pak Hadi terulur menyentuh bokong Anna dan menariknya ke depan, digenjotnya vagina muridnya itu dengan kencang dan bertempo cepat. 

"Ouhhhhh aahh..." 

"Aaahh... Kontol bapak enak euhh..." Anna melingkarkan kakinya ke tubuh Pak Hadi, tangannya tergerak menyanggah ke belakang dan menggoyangkan pinggulnya. 

"Ssshh aaahh... Ahhh..." Matanya kembali menatap ke arah jendela, sepertinya orang yang mengintipnya sudah pergi. 

"Mikir apa? Udah dientot masih bisa kepikiran yang lain ya kamu?"

"Euhh..." Anna mendesah ketika Pak Hadi menyentak pinggulnya kasar, tangannya terulur melingkari leher Pak Hadi. 

"Anna mikir kok bisa enak banget digenjot sama bapakk euhh..." Ia menekan pinggulnya ke depan, "gedee, punya Anna penuh rasanya..." Anna paling ahli jika disuruh memberi makan ego laki-laki. 

"Pasti istri bapak dirumah enak, ga takut kalau gak puas. Kontol bapak aja segede inii mmh..." 

"Lacur ya, ga mulut ga memek sama-sama jalang." Tangan Hadi terulur mendorong tubuh Anna agar berbaring di meja guru. Tangannya mengangkat kaki Anna dan disampirkan ke pundaknya. 

"Hnghh aaahh..." Mata Anna mengerjap sayu, ia memelintir putingnya sembari menikmati genjotan Pak Hadi. 

"Ousshh aaaahh..." Matanya terpejam erat, mulutnya tak bisa menahan untuk mendesah. Anna begitu candu dengan sensasi digenjot seperti ini. 

Ia tak memperdulikan kontol siapa yang saat ini menggenjotnya, yang penting ia dibuat enak. 

Suara langkah kaki membuat Hadi menoleh, sepertinya penjaga sekolah mulai mengunci tiap kelas. 

Disisi lain, Pak Tarjo yang merupakan salah satu petugas sekolah berjalan menuju kelas terakhir yang belum ia kunci. Kakinya berjalan menuju pintu, namun dari jendela ia bisa melihat Pak Hadi yang merupakan salah satu guru tengah berada di dalam kelas. 

Pak Tarjo mengernyit, posisi Pak Hadi menghadap jendela arahnya. Dan ia tidak bisa melihat sepenuhnya, karena jendela itu memang sedikit tinggi, hanya memperlihatkan setengah dada ke atas Pak Hadi. 

"Bapak belum pulang?" Tanyanya dari luar, ia juga tak ada niatan untuk melangkah maju ataupun masuk ke dalam kelas. 

Pak Hadi terlihat hanya menggelengkan kepalanya dan menunjukkan handphonenya yang terhubung oleh charger. 

Melihat hal itu Pak Tarjo mengangguk, "kalau gitu saya turun dulu ya pak." Setelahnya ia berbalik, namun tatapannya tak sengaja melihat satu tas yang berada di kursi murid. 

Mungkin itu memang tas murid yang belum pulang? Tak terlalu memikirkannya, Pak Tarjo kembali berjalan untuk turun. 

Pandangan Pak Hadi mengikuti arah pergi Pak Tarjo, setelah tak melihat keberadaannya. Tatapannya beralih ke bawah, ia terkekeh melihat muridnya yang tengah menungging dan kepalanya yang bersandar di tembok. 

Plak! 

Tangannya menampar bokong Anna, "pinter, goyang sendiri."

"Tugas guru kan ngajarin muridnya. Nah, bapak lagi ngajarin kamu mata pelajaran biologi, ngajarin caranya ngentod biar ngehasilin bayi."

Komentar