Ayah Temanku – Part 2

"Sela, aku nginep ke rumahmu ya." 

Sela tersenyum, "boleh, tumben banget kamu yang minta sendiri." 

Anna tersenyum, "gak papa, rasanya enak aja gitu disana." Vagina Anna dibawah sana berdenyut-denyut, iya enak karena ia digenjot kontol gede Om Heru semalaman. 

                                    ***

Anna melangkah masuk ke dalam, ia tersenyum malu melihat Om Heru yang berdiri menyambut mereka. 

Sela mendekat, "ayah, Anna boleh nginep lagi ya disini." 

Heru menatap ke arah Anna, ia mengangguk dan tersenyum. "Boleh sayang." 

Sela merasa bahagia, "bentar, Sela mau ke dapur buatin minum dulu." 

Keduanya menatap kepergian Sela, Heru mendekat tangannya melingkari pinggang ramping Anna. 

"Gimana memek kesayangan om?" 

Tubuh Anna meremang, putingnya menegak dengan vaginanya yang semakin becek. "Mmh.. udah gak kebas, tapi makin gatell..." 

Heru terkekeh, "itu artinya sange, memeknya mau digempur lagi sama kontol om." 

Anna menggenggam tangan Om Heru, "Omm..." Panggilnya pelan. 

"Kenapa? Mau minta digenjot lagi kayak kemarin?" 

Anna mengangguk, dibawah sana ia sudah merasa begitu tak nyaman. "Gatell, gaenak rasanyaa mmh..." 

"Sini." Tangan Anna ditarik dan didudukkan di sofa. 

Heru mengangkat rok Anna, ia bisa melihat celana dalam putih itu basah ditengah-tengah. Heru menekan-nekan vagina Anna, ia mendongak melihat Anna yang menggigit bibirnya. 

Heru menurunkan celana dalam Anna, ia bisa melihat lendir yang lengket menempel disana. "Gak perlu make celana dalam." 

Anna mengulurkan tangannya ke bawah, ia membuka bibir vaginanya di depan Om Heru. "Omhh jilatinn nghh... Anna mau dijilatinn uh..." 

Heru berjongkok di depan kaki Anna, ia mengangkat kedua kaki Anna dan ia letakkan di atas pundaknya. Tangannya terulur ke belakang tubuh Anna, Heru menarik bokong Anna ke depan agar lebih dekat ke wajahnya. 

Jemari kaki Anna melengkuk kegelian merasakan deru napas hangat tepat di vaginanya. 

"hnghhh..." 

Heru membuka bibir vagina Anna dengan kedua jari jempolnya, ia membuka mulutnya dan mengukup itil Anna, lidahnya bergerak naik turun dan menekan-nekan. 

"Ahhh ommm nnnhnn!!" Anna menggigit jarinya, ia menekan belakang kepala Om Heru dengan pahanya. 

Anna menggoyangkan pinggulnya, "enakk sshhh a-ahh!!" 

Heru berdiri, ia duduk di samping Anna. Tangannya terulur mengelus-elus garis vaginanya sebelum dua jarinya merusuk masuk dan bergerak maju-mundur cepat. 

Plok! Plok! Plok! 

Pinggul Anna bergerak risau, "ahh omhh!! Eunghh a-ahh!!" Anna meremas tangan Om Heru, pinggulnya terangkat-angkat ke atas. 

Heru menarik tangannya, ia menjilati jarinya dan terkekeh melihat Anna mantapnya dengan tatapan bergairah. 

"Sela nanti kesini, sabar dulu." 

Anna menggigit bibir bawahnya, pahanya tertutup rapat dengan tak nyaman. "Gak enakk euhh, g-gatelhhh!!!" 

Heru mengambil celana dalam Anna yang tergeletak di bawah, ia mendekatkan ke hidungnya dan mengendus-endusnya membuat Anna merengek karena miliknya semakin berdenyut-denyut dan gatal disana. 

Suara langkah kaki terdengar, Anna membenarkan roknya. Dan juga Heru memasukkan celana dalam Anna di saku celananya. 

"Loh, Anna kok keringetan gitu?" 

"A-ah itu–" 

Heru mengulurkan tangannya ke paha Anna, "Anna kepanasan sayang." 

Sela mengulurkan minuman ke arah Anna, "ini minum dulu." 

"M-makasih Sela..." Anna menerimanya dan meminumnya sedikit. 

"Ini juga buat ayah." 

"Makasih sayang." Heru melirik ke arah gelas milik putrinya, ia menatap ke arah Anna yang bergerak tak nyaman. 

"sini gelas kamu." Anna menoleh, ia bingung namun tetap memberikan gelasnya. Anna melihat Om Heru mengambil sesuatu di saku pakaiannya dan menuangkan bubuk di gelasnya. 

"Memek kamu udah gak tahan mau dikontolin kan? Cepet suruh Sela minum ini." 

Anna menoleh ke arah Sela yang sudah duduk agak jauh dan fokus ke handphonenya, Anna mendekatkan dirinya ke Sela. 

"Kamu belum minum kan? Ini minum dulu..." 

Sela menatap gelas yang terulur ke arahnya, "ini gelas kamu kan? Aku udah punya gelasku sendiri kok na–" 

"Gapapa, nih minum aja." Sela Anna cepat. 

Sela tersenyum, "iya, makasih ya." 

Beberapa menit, Anna tersenyum melihat Sela yang nampak tertidur. Ia yang sudah tak tahan lagi mendekat ke arah Om Heru dan mendudukkan dirinya di pahanya. 

"Eunghh omm ayooo~~~" Anna menggesek-gesekkan vaginanya yang sudah begitu becek ke tonjolan celana Om Heru. 

Heru menampar bokong Anna, "sabar sayang." Ia menurunkan resletingnya dan mengeluarkan miliknya yang sudah menegang. 

Tangan Anna terulur ke belakang mengarahkan milik Om Heru agar tepat di lubang vaginanya yang sudah tak sabar. 

"sshh a-ahhh..." Anna menurunkan pinggulnya perlahan. 

Heru menarik-narik puting pink Anna, "hahh... sempit banget sayang... Padahal kemarin udah om kontolin semaleman..." 

Anna memutar pinggulnya dan mulai menggerakkan tubuhnya naik turun. "Ahh ahh omhh euhh... Enakhh bangethh..." 

Heru meremas kedua sisi pinggang Anna dan membantunya bergerak lebih cepat, "memek kamu kedutan di dalem, becek, anget nyelimutin kontol om.." 

Anna meremas pundak Om Heru dan bergerak begitu cepat, matanya merem melek keenakan. 

"uhh yeahh mhhmm!! Omhh enakhh ahhh ahhh!! Terusshh heunghh!!" 

Heru mengubah posisi mereka, ia membaringkan tubuh Anna di sofa. Tangannya menekan leher Anna dan pinggulnya bergerak maju-mundur dengan hentakan kuat. 

"AKHH!! OUGHHH HNGHHH TERUSSHH AHH AHH!!" Tangan Anna terulur ke belakang meremas sandarn tangan sofa. Satu kakinya naik di sandaran sofa dan satunya berada menggantung di bawah. 

Anna meremas lengan Om Heru, matanya membelalak ke atas dengan lidah terbuka. "Eughh ahh ahhh ughh nghhh!!" 

Heru meremas kedu paha Anna dan menekannya ke depan, kedua tangannya bertumpu ke sisi tubuh Anna dan menyentak pinggulnya sedalam mungkin. (Posisi Heru kayak lagi push up) 

"AHNGHH AHHH TERUSHH OMHH O-OUHH AHH!!!" 

"Enak dikontolin posisi gini? Om obrak-obrik memeknya. Om buat sampe kempot-kempot gak bisa nutup ya..." 

"Hahh... Anna, kesayangan om... Memek sempitnya om genjot terus ya sayang..." 

"AHNGHH MAUU PIPISHHHHH EUKHHH!!!" 

Heru memejamkan matanya merasakan vagina Anna meremas miliknya dan memberikan sensasi pijat. Ia diam merasakan miliknya disembur cairan Anna. 

Heru membalikkan tubuh Anna, ia mengarahkan miliknya masuk dari belakang. Tangannya terulur ke bawah leher Anna dan menekannya ke belakang. 

"Euhh..." 

Plok! Plok! Plok! 

"Ahhh omhh berhentihhh euhhh!! J-jangann ahhh ahhh!!!" 

"Om gak bakal berhenti sampe besok Anna. Om genjot terush kamu sampe pingsang berkali-kali." 

Heru menarik pinggulnya sedikit dan menyentaknya kuat-kuat, ia mengulangi gerakannya berkali-kali membuat Anna yang masih sensitif kembali memuncratkan cairan beningnya. 

"AHHHHH!!!" Tubuh Anna menggelinjang hebat. 

Heru kembali menggerakkan pinggulnya, ia menarik tubuh bagian depan Anna agar berdiri dan. 

"U-udahh u-udahh ahhh!! OMHH O-OUHH AHH!!!" 

"nikmatin kontol om sayang, nikmatin sampai kamu gila ya." 

Heru menekan perut Anna kebelakang agar kontolnya semakin masuk ke dalam, ia menahannya dan menggerakkan pinggulnya cepat. 

"Eukhh eumhh ahhh!!! Omm ommm udahh ahhh hnghh oughh shh!!!" 

"Om mau keluar sayang, terima benih om semua ya. Sempitin memek kamu biar peju om gak ada yang keluar." 

Plok!! 

"Eugggh!!" 

Anna merasakan kepalanya pusing, ia  memejamkan matanya merasakan semburan hangat di dalam rahimnya. 

Heru mengarahkan kepala Anna kesamping, ia mengecup bibir Anna. "Jangan pingsan dulu, waktu masih lama. Om masih sanggup buat penuhin rahim kamu." 

Komentar