Anna melirik ke arah pintu sekilas, pandangannya kembali ke arah depan. Ia menatap sosok pria yang berusia 67 tahun di depannya dengan pikiran kotor. Anna merupakan suster khusus untuk merawat ayah dari atasannya.
Kakinya melangkah mendekat ke ranjang samping Pak Haryo. Pak Haryo memang sakit-sakitan, untuk gerak saja dia harus dibantu. Termasuk memandikannya, jadi Anna tau betul ukuran pria itu lumayan.
Dan Anna merupakan wanita berusia 27 tahun yang belum menikah. Ia sengaja mencari pekerjaan sebagai suster dari orang yang sudah untuk bergerak dan bicara. Memang fantasinya begitu liar, ia ingin menjejalkan kontol pria-pria itu ke memeknya.
Anna melepas kancing baju susternya yang berwarna pink, ia juga melepas bawahan beserta dalamannya. "Bapak, waktunya tretment kontol~"
Mata Pak Haryo mengikuti gerakan tangan Anna yang menurunkan celananya sepaha. Netra hitamnya memandang tubuh Anna yang naik ke atas tubuhnya dan duduk di selangkangannya.
Anna menunduk menatap kontol yang masih lemas itu, tangannya terulur meremas-remas kedua biji Pak Haryo. "Ayo berdiri sayang... Waktunya makan memek..."
Tangan kanan Anna tergerak naik meremas batang Pak Haryo, Anna merubah posisinya menjadi mengangkang membentuk huruf M. Tangan kirinya terulur membuka lubang memeknya yang sudah becek.
"Nih sayang, ayo berdiri. Lihat memeknya udah nyut-nyutan pengen dientot."
Perlahan kontol Pak Haryo berdiri, Anna tersenyum puas. Diangkatnya pinggulnya dan diarahkan kontol Pak Haryo ke lubang miliknya. Ia menatap Pak Haryo dan tersenyum, "Siap-siap kontolnya disedot ya pak..."
Perlahan Anna menurunkan tubuhnya, merasakan kepala kontol Pak Haryo yang mulai mendorongnya masuk membuat tubuhnya meremang tak karuan. "Aaaah... Makanann datengg sayangg..."
Anna menikmati sensasi kontol Pak Haryo yang mulai tenggelam dalam memeknya. Hingga ketika tubuhnya turun sepenuhnya menempel ke kulit Pak Haryo ia mulai menekan otot vaginanya, berusaha menjepit kontol Pak Haryo.
Melihat Pak Haryo yang memejamkan matanya membuat Anna terkekeh, sembari menjepit kontol Pak Haryo Anna mulai memutar pinggulnya. "Oussshh aaahh..." Kaki Anna bergetar, respon alaminya ketika ia dientot– memang tubuhnya begitu lacur.
Anna membaringkan tubuhnya ke depan, menempel di dada Pak Haryo. "Aahh~ sayaa lacurrr bangett ya pak... Padahal baru aja masuk rasanya pengen pipishh oushh~" Anna menggerakkan pinggulnya ke depan begitu pelan, tiap gerakannya bahkan membuat ia tak tahan untuk ngecrot.
Tangan Anna terangkat ke belakang menampar bokongnya sendiri, "aaah!!" tubuhnya terlonjak dan bergetar. Ia kembali menampar bokongnya dengan kencang.
PLAK!
"Oussshhh aaahh~!! Memekk lacurr kesenengan aahh bisa dientot!!"
"Enakkk pakkk ssshh... Enakk... Enakk aahh..." Anna nampaknya gila oleh kenikmatan.
Tangan Anna kini tergerak memeluk leher Pak Haryo, wajahnya ia dekatkan dengan Pak Haryo. "Bapakk aahh..." Ia membuka mulutnya dan mendesah di depan wajah Pak Haryo, kakinya ia buka lebar seperti posisi katak. "Ayoo entot sayaa pakk aahh... Memek lacur sayaa keenakannnn!" Anna menggerakkan pinggulnya naik turun dengan cepat dan kasar.
PLOK! PLOK! PLOK!
Mata Anna membelalak ke atas, ia berteriak keenakan bak kesetanan. Namun pinggulnya justru semakin kencang menyentak naik turun.
"AAAHGGG ENAKHHHHHH AAAHHH!!"
Ditatapnya Pak Haryo yang merem melek dengan mulut terbuka. Anna tertawa disela desahannya, "hahhh... Enakk kannn? Ayoo entot sayaa terusss pakhh!! Isi memek saya, gempur memek sayaaa tiap harii oughh!!"
Sensasi setrum menjalar ke pikiran Anna, "ouhh m-mauuu ngecrotttttt!!" Anna menegakkan punggungnya, ia meremas otot-otot vaginanya dan menggerakkan pinggulnya ke depan terus-terusan.
Tangannya terulur membuka labia vaginanya, "ayoo pipisshh aahh... Ahhh..." Tubuh Anna bergetar tak karuan, merasa sensasi kaku di kakinya membuat Anna semakin cepat menekan pinggulnya ke depan.
"Ousshh uhhhh~"
"OUHHH YAHHHH PIPISSSHHHH!!!" Pinggul Anna terlonjak-lonjak hingga kontol Pak Haryo keluar. Anna mendesis, ia menggigit bibirnya dan mengucek itilnya begitu brutal.
"OUHHHHHHHHH AAHHH!!" Sensasi pipis tertahan mulai ia rasakan, dengan tubuh yang terlonjak-lonjak ia masih terus menarik dan mengucek itilnya.
"HNGHHHH SSSHH OUWHHHH BAPAKHHH!!" Cairan bening mengucur deras hingga mengenai wajah Pak Haryo. Ekspresi wajah Anna begitu teler, keenakan karena bisa squirt.
Anna menunduk ke bawah, ditatapnya kontol Pak Haryo yang sudah lemas dilumuri oleh cairan kentalnya. "Tretment hari ini selesai, besok lagi ya pak..."
Komentar
Posting Komentar